Showing posts with label kedaulatan pangan. Show all posts
Showing posts with label kedaulatan pangan. Show all posts

Monday, March 9, 2015

Pembukaan Pleno IKA USU JABODETABEK

Butiran Debu di Cibubur Junction


Pagi, pada hari sabtu 7/3/2015. Di timur ibukota NKRI dilaksanakan silahturami dikediaman ketua umum IKA USU JABODETABEK, Hangatnya sinar matahari di sepanjang jalan tol jagorawi mengiringi para anggota pleno yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

Turut hadir pada pleno tersebut, perwakilan dari kementrian koperasi. Keterangan dan revisisi dari draft pendirian koperasi bagi alumni usu yang menjadi salah satu program bidang yang diketuai oleh alfan brado, alumni fp usu stambuk 78.


Acara yang seharusnya dimulai pukul sepuluh waktu indonesia barat dimulai pukul sebelas. Yang dipandu oleh asrul masir harahap selaku sekretaris umum.


H.S Dillon Dewan Pembina IKA USU JABODETABEK.    7/3/2015

Pada kata sambutannya H.S Dillon menyinggung 2 hal yang harus diberikan perhatian khusus yang pertama ialah tentang pemikir dari jakarta, khususnya betawi yang terpinggirkan oleh kaum pendatang yang terus memasuki ibukota republik. Hal yang lainnya ialah, bila akan dibentuk koperasi. Coba mengerjakan pembibitan tanaman produksi saja.

Tak lupa ketua umum dan anggota dewan pembina lainnya, menyampaikan tentang kegiatan diskusi publik yang dilaksanakan oleh komisariat ika fp usu jabodetabek dinilai berhasil dan besar sekali.

Friday, March 6, 2015

Giok Utara Hoak Bagi Selatan

Giok yang dikenal belakangan hari ini, begitu memukau masyarakat aceh sendiri. Dengan berbagai cara mereka dapat menitipkan pesan hijau bagi citra rasa batu nusantara. Seolah keberadaan keindahan nusantara hanya ditinjau dari harga mahal yang dibeli oleh cukong batu tersebut.

Seperti kebanyakan teman tak mampu lagi berpikir beda, menyamakan kualitas A dengan kualitas B. Kebanyakan batuan yang terbentuk dialam akan berubah ketika kita berusaha membentuknya seolah terlihat indah dan mahal.

Aku tak dapat menjual mahal batu indah nusantara, bila ia dipecah godam dan linggis. Kemudian di bentuk hanya dengan gerinda silika kwarsa maupun intan.

Karena harga giok tak setara dengan kemudahan mendapatkan dan membentuknya di aceh. Untuk nilai kekerasannya dan sentuhan nilai seni tinggi pun tak layak.

Namun demikianlah kegaduhan yang diciptakan karawitan oleh soul trader, yang amat mengharukan untuk sebuah batu giok.

Itu hanyalah sebagian besar keanehan dalam keterbatasan untuk menjual "just rock". Fenomena " just water" atau pun "just flower" dan "always mongkey".

Menjadi sebuah kewajaran bila harga mahal dan termahal itu diletakan tanpa usaha untuk merubah bentukan giok tersebut.